10 May
Moskwa akan menjadi mitra yang “bisa diandalkan, terbuka, jujur, dan bisa ditebak”, demikian dikatakan oleh Putin pada pidato pelantikannya sebagai Presiden baru Rusia, Senin, 7 Mei 2012, seperti dilaporkan Kompas, 8 Mei 2012. Apa yang dirasakan dari kata-kata itu? Selain sebuah tekad, nampak juga adalah sebuah karakter. Karakter semestinya bisa diprediksi, predictable. Ketika orang berhadapan dengan Liem Swie King, jelas dia sudah menduga akan dihujani smash-smash tajam karena itulah yang dikenal dunia tentang karakter permainan Liem Swie King.
Dalam dunia yang begitu cepat berkembang, dan perubahan yang bisa saja datang silih berganti, sebuah karakter sangatlah diperlukan ketika seorang harus membangun kerja sama dengan pihak lain. Pagi kedelai, sore tempe, dan sikap léda-lédé, maju mundur tanpa kepastian, jelas bukan merupakan sikap yang kompatibel dengan tuntutan situasi yang ada. Bagi rakyat pun, sikap yang ‘bisa ditebak’ sangatlah diperlukan.
Continue Reading »
Posted in 07-Globalisasi by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
25 Apr
Beras Impor. Gerbang Kesengsaraan
Ribuan ton beras impor kualitas premium mengalir ke pasar umum beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Perizinan beras impor ini disinyalir memanfaatkan izin impor beras spesifikasi khusus. Siapa yang diuntungkan?
Continue Reading »
Posted in 05-Nasionalisme, 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
2 Comments
17 Apr
Oleh Mudji Sutrisno
Ketika politik dilupakan esensinya sebagai tiap usaha, ikhtiar, dan aksi perjuangan untuk mengusahakan kesejahteraan bersama dalam sebuah tata sosial agar hidup bersama sesama warga negara menjadi lebih “baik”, dia berubah menjadi pertikaian rebut kekuasaan dan adu kepentingan untuk memenangkan hasrat berkuasa individu atau kelompoknya dengan menghalalkan semua cara.
Continue Reading »
Posted in 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
11 Apr
291 Daerah Habiskan APBD untuk Pegawai
Perilaku boros pemerintah daerah, yang menggunakan separuh lebih Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk membiayai belanja pegawai, amat memprihatinkan. Hal ini mengakibatkan kondisi keuangan daerah semakin kritis.
Kepala Divisi Pengembangan Jaringan Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Hadi Prayitno menuturkan hal itu di Jakarta, Senin (9/4). “Perilaku boros pemerintah daerah (pemda) itu mengantarkan mereka ke jurang kebangkrutan,” ujarnya.
Continue Reading »
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
10 Apr
Oleh : Ahmad Syafii Maarif
Taji adalah sebuah pisau kecil yang sangat tajam, biasa dikalungkan di kaki ayam jantan ketika akan bersabung. Dengan taji ini, si jantan diharapkan akan melumpuhkan lawan laganya sampai berdarah-darah, bahkan bisa membawa kematian.
Di dunia sabung ayam, fungsi taji sangat diandalkan agar tuannya keluar sebagai pemenang melalui kemenangan ayam aduannya. Dalam kultur Minangkabau tempo doeloe, hobi menyabung ayam bagian dari pekerjaan para parewa yang biasanya berpakaian serba hitam dan kepala diikat selembar kain. Mereka yang juga pendekar ini sangat akrab dengan taji, ayam jantan, dan dunia hitam.
Continue Reading »
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
3 Comments
09 Apr
Oleh: Bre Redana
Jakarta lumayan mencekam di pengujung bulan Maret lalu ketika mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat turun ke jalan mengekspresikan kesumpekannya. Situasi sekarang sumpek. Semua soal meletus, apalagi yang berimplikasi pada kehidupan sehari-hari yang kian sulit seperti kenaikan harga BBM. Omong kosong segala angka pertumbuhan dan penghargaan yang diterima pemerintah.
Televisi menayangkan peristiwa itu dengan antisipasi menit ke menit bahwa kekacauan lebih besar akan terjadi. Dalam bahasa iklan: jangan kemana-mana. Kami akan kembali setelah yang satu ini, dengan lebih seru, lebih kacau.
Continue Reading »
Posted in 09-Sosial Budaya by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
04 Apr
THE SIMPLICITY OF STOIC POLITICS: VERITAS (TRUTH) - CLARITAS (CLARITY) - PURITAS (PURITY)
Stoicism put forward the idea that the quality of man, of human being, is not measured by his/her age, wealth, family status, social prestige, or political power. For the Stoics, all that things often considered as precious by ordinary human individual is actually nothing but bullshit. It’s all vanity, things that come and vanish, things that often blinds us from the reality of who we really are. Epictetus and Marcus Aurelius said that the quality of human’s personality is measured simply by one word: excellence. This means nothing but the capacity, competence, and consistence to do what we have to do in a way that is best and optimum. So it is simply a question of how good are we in pushing ourselves forward to the utmost limit, how persistent are we in pushing to keep walking forward when most of others had stopped their pace.
Continue Reading »
Posted in 02-PERGERAKAN by: Pergerakan Kebangsaan
2 Comments
04 Apr
PERGERAKAN KEBANGSAAN
PEMBASISAN PANCASILA MENUJU PERUBAHAN BESAR DAN MENDASAR BAGI INDONESIA
ERA PASIFIK
Krisis ekonomi global, juga terpuruknya perekonomian negeri adi daya Amerika dewasa ini, merupakan momentum bagi bangkitnya kekuatan ekonomi Asia. Banyak yang berkeyakinan bahwa kekuatan ekonomi Asia bakal menggantikan kekuatan ekonomi dunia yang sementara ini didominasi oleh Eropa-Amerika. Momentum kebangkitan ekonomi Asia dikatakan sebagai renaissance Asia. Masa-masa di mana kekuatan ekonomi Asia bakal memimpin ekonomi global menggantikan posisi Eropa-Amerika dikatakan sebagai Era Pasific. Sesungguhnya negara-negara Asia saat ini sedang berlomba menyongsong datangnya era Pasific tersebut.
Continue Reading »
Posted in 02-PERGERAKAN by: Pergerakan Kebangsaan
1 Comment
02 Apr
Untuk mengatakan kepada masyarakat bahwa hukumlah yang menjadi panglima sekarang ini, maka para ‘pencuri’ sandal, buah coklat, pisang –dari segala usia, dari anak-anak, dewasa sampai lanjut usia, diadili dan kemudian divonis. Inilah yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini. Bukannya koruptor yang mencuri uang rakyat sampai milyaran rupiah itu yang kemudian dihukum seberat-beratnya. Pilihannya adalah pada rakyat kecil yang resiko politiknya kecil. Berbeda dengan RRC, sebagai contoh bahwa hukum musti ditegakkan, terekspos bagaimana pejabat-pejabat yang korup dihukum berat, bahkan sampai hukuman mati. Ketika isu harga BBM akan dinaikkan, maka menebar uang tunai dalam bentuk BLT atau BLSM, atau apalah namanya, dipilih sebagai bagian dari solusi. Sebuah jalan gampang, sebuah zero degree of politic.
Continue Reading »
Posted in 03-ANALISIS, 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
1 Comment
29 Mar
Ical Pernah Usul ke SBY agar BBM Naik Rp2.000/Liter
Kalkulasi Politik, Harga BBM Sulit Naik
—————————————————————————–
Ical Pernah Usul ke SBY agar BBM Naik Rp2.000/Liter
Bagus Santosa - Okezone
Kamis, 29 Maret 2012 14:50 wib
JAKARTA – Rapat pimpinan partai politik koalisi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Bogor, beberapa waktu lalu, salah satunya adalah membahas seputar rencana penaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Masing-masing pimpinan parpol anggota setgab hadir untuk memberikan masukan soal rencana pemerintah itu. Semua menyatakan sepakat dan mendukung upaya pemerintah menaikkan harga BBM.
“Semua sepakat, tidak hanya Golkar, PKS juga sepakat (BBM naik),” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).
Continue Reading »
Posted in 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
1 Comment
29 Mar
MEMBANGUN KARAKTER NEGARA PANCASILA
RYAMIZARD RYACUDU
PENGANTAR
Pertama-tama marilah kita ucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekuatan lahir-batin kepada kita semua sehingga kita dapat bersama-sama berkumpul di ruangan ini untuk berdiskusi tentang karakter negara yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Drijarkara. Semoga diskusi ini bermanfaat bagi kita semua dan bermanfaat faat bagi bangsa dan negara.
Beberapa hari yang lalu teman-teman saya menghadiahi saya beberapa buku filsafat. Salah satu dari buku-buku itu adalah tulisan saudara Setyo Wibowo yang mengulas pikiran filsuf Yunani yang bernama Platon tentang keberanian. Di salah satu halaman dari buku itu saya menemukan istilah “eristik” yang artinya menunjuk pada sebuah diskusi atau perdebatan yang dilakukan melulu untuk kenikmatan berdebat itu sendiri. Apa yang ditulis oleh saudara Setyo Wibowo tersebut kiranya pas sekali untuk memotret keadaan kita sekarang ini. Di dalam negara demokrasi setengah matang seperti Indonesia sekarang ini, hampir setiap hari kita menyaksikan debat publik mengenai banyak hal di televisi dan koran-koran yang sebagian besar hanya dilakukan untuk perdebatan itu sendiri. Perdebatan seringkali hanya menjadi sebuah arena untuk saling membantah tanpa henti dan menghasilkan “bunyi-bunyian” yang sama sekali terlepas dari kebiasaan bertindak mereka yang terlibat dalam debat. Mutu perdebatan juga seringkali tidak mendidik masyarakat. Perdebatan seringkali hanya menjadi forum untuk saling memukul dan jauh dari kearifan untuk mencari solusi dan kebenaran. Mudah-mudahan diskusi siang hari ini, yang dihadiri oleh para filsuf, dapat terhindar dari sindrom erestik tadi. Marilah kita upayakan agar kita dapat keluar dari kemelut yang ditimbulkan oleh demokrasi setengah matang sekarang ini; dan menuju kearah demokrasi yang matang, demokrasi yang didukung oleh arete para pengembannya.
Continue Reading »
Posted in 02-PERGERAKAN, 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
2 Comments
28 Mar
Menurut William Kristol, Leo strauss telah melakukan “restorasi” terhadap ilmu politik dengan “menempatkan masalah rejim dalam garis depan analisis.”[i] Rejim, “the nature of internal ordering of political community”[ii], bagaimana tatanan komunitas politik dijalankan, memang sebaiknya menjadi juga titik tolak analisis kita terhadap realitas politik yang sekarang berjalan ini. Pergerakan Kebangsaan melihat, baik Orde Baru maupun “Orde Reformasi” masih ada dalam perahu rejim yang sama, yaitu rejim senyawa oligarki politik dan pemburu rente.
Bedanya adalah, dalam masa Orde Baru, oligarki politik melahirkan pemburu rente sedangkan dalam reformasi ini, pemburu rente melahirkan oligarki politik.
Continue Reading »
Posted in 03-ANALISIS by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
25 Mar
Self Help
Pergerakan Kebangsaan bersandar pada prinsip Self Help sebagai asas perjuangan. Agak kesulitan untuk menggantikan dengan istilah dalam bahasa Indonesia tanpa mengurangi maknanya. Mohammad Hatta ketika membicarakan self help ini, yang juga merupakan asas perjuangan dari PERHIMPUNAN INDONESIA 1925 menjelaskan:
“Dengan memakai prinsip SELF HELP Perhimpunan Indonesia menghendaki suatu kebijaksanaan menyandarkan diri pada kekuatan sendiri, yaitu suatu kebijaksanaan berdiri di atas kaki sendiri. Perhimpunan ini akan mengumandangkan perasaan hormat pada diri sendiri ke dalam kalbu rakyat Indonesia. Sebab hanya suatu bangsa yang telah menyingkirkan perasaan tergantung saja yang tidak takut akan hari depan. Hanya suatu bangsa yang faham akan harga dirinya maka cakrawalanya akan terang-benderang. Perhimpunan Indonesia ingin mendidik bangsanya sendiri dan membuatnya kukuh kuat…”
Posted in 02-PERGERAKAN by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
25 Mar
Logika waktu pendek merupakan salah satu potret untuk menggambarkan satu gejala umum yang ada dalam masyarakat sekarang ini. Masyarakat yang sudah sangat dikelilingi kemajuan teknologi informasi, mulai dari telepon nir-kabel sampai jaringan internet. Kemajuan teknologi informasi membuat arus informasi menjadi sangat cepat. Apa yang terjadi di belahan dunia lain dalam waktu yang nyaris bersamaan bisa diketahui di belahan dunia sebaliknya. Kecepatan menjadi kemudian titik tolak bersikap. Membalas SMS pun kemudian merasa harus segera dilakukan, bahkan ketika sedang di atas sepeda motor maupun saat mengendarai mobil. Tertinggal kemudian menjadi seperti ketinggalan jaman, menjadi tidak up to date lagi. Ketika menjadi tidak up to date kemudian merasa menjadi berada di luar komunitas.
Continue Reading »
Posted in 09-Sosial Budaya by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
24 Mar
Akhir-akhir ini banyak ‘sms politik’ yang berisi salah satunya undangan untuk melaksanakan ‘revolusi’. Tentu tidak lupa diakhiri dengan tanda seru yang jumlahnya paling sedikit dua buah. Pesan-pesan singkat ini seakan kemudian mengingatkan kita pada sebutan ‘revolusi diam-diam’ atau ‘silent revolution’. Yang terakhir ini merupakan klaim dari elit Partai Demokrat terkait dengan naiknya perolehan suara pada tahun 2004 ke 2009 dalam pemilu kemarin. Karena ‘sms-sms politik’ yang berisikan undangan ‘revolusi’ itu seakan bertujuan ingin menurunkan pemerintahan sekarang ini, maka seakan pula babak baru ‘revolusi’ di republik ini seolah-olah akan dimulai, yaitu “revolusi diam-diam” berhadapan dengan “revolusi terang-terangan”. Terang-terangan karena undangan untuk ber-‘revolusi’ disebar juga secara terang-terangan.
Continue Reading »
Posted in 03-ANALISIS, 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
2 Comments