Pergerakan Kebangsaan

Archive for the '09-Sosial Budaya' Category

20 Jul

Ironi, kata yang semakin tak bermakna

Ironi berasal dari bahasa Latin yang dalam Kamus Kata-kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia karangan J.S. Badudu salah satunya berarti ’kejadian yang bertentangan dengan apa yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi’[1]. Berita Kompas edisi Jawa Tengah, Selasa 20 Juli 2010 adalah sebuah contoh salah satu ironi di negeri ini.

19 Apr

Tahap-Tahap Perkembangan Moral Menurut Lawrence Kohlberg

Dewey pernah membagikan proses perkembangan moral atas 3 tahap yaitu: tahap pramoral, tahap konvensional dan tahap otonom. Selanjutnya Piaget berhasil melukiskan dan mengolongkan seluruh pemikiran moral anak seturut kerangka pemikiran Dewey: (1) tahap “pramoral”, anak belum menyadari ketertikatannya pada aturan; (2) tahap “konvensional”, dicirikan oleh ketaatan pada kekuasaan; (3) tahap “otonom”, bersifat keterikatan pada aturan [...]

16 Apr

Reberapa dari Rendra

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia
(Cuplikan)
 
Bau anyir darah yang kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata:
Apabila pemerintah sudah menjarah Keadilan Hukum
dan Daulat Rakyat;
apabila cukong-cukong sudah menggangsir bank
dan juga menjarah ekonomi bangsa
dengan penimbunan, monopoli dan oligopoli,
apabila aparat keamanan telah menjarah keamanan dengan pungli,
backing, teror, penculikan dan pembunuhan,
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa,
lalu menjadi penjarah di [...]

05 Apr

Tak Ambil Pusing

Ronald Reagen mungkin seorang tokoh politik dengan latar belakang seorang bintang film yang paling dikenal di Indonesia. Mungkin banyak yang berpendapat bahwa karena sebagai seorang (mantan) bintang film-lah seorang Reagen dapat memenangi pemilihan umum. Benarkan demikian? Benarkah loncatan dari dunia film ke dunia politik dilakoni Reagen dengan tiba-tiba atau bisa dikatakan Reagen ’mendadak politik’?

01 Apr

Mari Dimulai Dengan Melepaskan Kebudayaan Dari Pariwisata dan Mengeluarkan Posisinya yang Sekarang Ini Di Bawah Menko Perekonomian

Adalah nasib kita bersama, setelah lebih dari 10 tahun reformasi kita masih mewarisi sifat mentalitas yang suka menerabas seperti yang pernah ditulis Koentjaraningrat[1] di akhir tahun 1974, atau 35 tahun yang lalu. Kebudayaan menghampiri kita semua tanpa kita bisa menolaknya, kebudayaan melekat pada diri kita seperti halnya sebuah nasib, dan tugas kita sebenarnya adalah mengembangkannya [...]

28 Mar

Feodalisme

 Feodalisme Dalam Sejarah Eropa
Istilah feodalisme berasal dari bahasa Frankis (Perancis kuno) yang berbunyi fehu-ôd, feod, feud, dan yang berarti pinjaman, terutamalah tanah yang dipinjamkan, dan itupun untuk suatu maksud politik. Lawan kata itu adalah all- ôd atau milik sendiri Dalam peristilahan hukum adat feodum menyerupai tanah gumantung,  gaduh atau paratantra, sedangkan allod menyerupai tanah yasan, [...]

11 Mar

Bandit

Di bawah adalah cuplikan dari bagian awal Bab Pendahuluan buku karangan Prof. Dr. Suhartono W. Pranoto, Jawa Bandit-Bandit Pedesaan, Studi Historis 1850-1942, terbitan Graha Ilmu, cet pertama tahun 2010, hlm. 1-5, dengan catatan kaki yang ada dalam hlm. 22-24. Buku yang menarik dan silahkan kita membelinya…

09 Mar

From Jogja With Laugh

Sleeping Police!
Karena hari agak mendung dan harus segera sampai ke Umbang Tirto, maka Sugiyo Kampret mengayuh becak dengan mengambil jalan pintas di Ledok Jagalan yang banyak gundukan polisi tidurnya. Karena cuaca sudah temaram dan pandangan kurang jelas, maka tatkala melihat gundukan melintang di jalan yang akan dilewati becak, si londo bule langsung berteriak, “Be careful [...]

08 Mar

LikWan No. 36/Th. II-Maret 2010

LikWan No. 36/Th. II-Maret 2010
Krisis-é Wong Cilik
“Angka Keberuntungan” Sing Wis Mbleret
Roy Suryo, Njijik’i
Kemethak, kementhus, kemaki

27 Jan

Maka Demikianlah Kesusastraan itu …

Oleh: Mario Vargas Llosa
Sering terjadi, di pameran buku atau di toko buku, seorang bapak-bapak mendekati saya dan meminta tanda tangan. “Ini untuk istri saya. Ini untuk anak perempuan saya atau ini untuk ibu saya. Mereka pecinta buku dan peminat sastra,” begitu kata mereka seraya menyodorkan bukunya. saya pun bertanya, ”Bagaimana dengan Bapak sendiri? Apakah Bapak [...]

25 Jan

Mak nyus, Mak nyos, Mak nyes, Mak-zul

Lik-Wan No. 31/Th. II-Januari 2010:

Mak Nyus, Mak Nyos, Mak Nyes, Mak-zul
Nopo Kok Sultan Agung Kalah Perang
Quiz Lik-Wan

Lik-Wan No. 30/Th. II-Januari 2010:

Kapitalisme Keplėkan
Pancasila Kuwi Dasarė Negoro

Mak Nyus, Mak Nyos, Mak Nyes, Mak-zul
Nék Kang Bondan sing biasa muncul nang acara icip-icip nang TV kaé, pas ngicipi panganan mripaté terus rodo kethip-kethip sithik, sedelok manèh biasané jempol tangan [...]

11 Dec

Tiga Cerita

( I )
Pada satu kesempatan dalam pelatihan penelitian bagi peneliti muda, seorang professor dengan spesialisasi kesehatan anak dari University of Amsterdam Belanda mengungkapkan satu pengalamannya ketika terlibat dalam kegiatan pemberian suplemen Fe (zat besi) bagi anak-anak Afrika yang banyak mengalami kondisi anemia atau kadar haemoglobin darahnya di bawah normal. Biasanya anak-anak Afrika yang mengalami anemia [...]

10 Dec

Lakon 98 (Update-3)

(Akhirnya Presiden menandatangani pengaktifan kembali Bibit-Chandra dan Keputusan itu ditandatangani Yudhoyono 4-12-1009 atau dalam logika 98: 4+1+2+2+0+0+9=18 terus 1+8 = 9, pas dengan angka keberuntungan Yudhoyono !)
(Greg, 10/12/09)
Episode: Cicak, Buaya dan Hari Baik
Permasalahan yang sekarang sedang membuat gundah bagi rakyat Indonesia, yaitu kasus Cicak vs Buaya-Komodo-Dinosaurus-Godzilla, bagaimana jika ini masuk dalam nalar Lakon 98? [...]

05 Dec

Penggelapan Ekstasi: Sopir Gelapkan 1 Butir Divonis 4 Th, Jaksa Ester 343 Butir Kok 1 Th

Jakarta - Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqodas merasa miris bila membandingkan vonis Jaksa Ester dan Dara dengan vonis Amir Mahmud. Padahal jumlah ekstasi yang diduga digelapkan kedua jaksa itu ada 343, sedang Amir yang sopir Badan Narkotika Nasional (BNN) hanya 1 butir.

14 Nov

Apa Yang Ada Di Benak Presiden Tentang Kebudayaan (yang berkembang dalam dinamika hidup bangsa Indonesia yang berdaulat dan bermartabat)?

Pada saatnya masalah kebudayaan dan pendidikan dalam pemerintahan diakomodasi oleh Departemen P dan K atau Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Masalah Pariwisata lama dalam pemerintahan di Indonesia selalu dihubungkan dalam departemen yang mengatur pos dan telekomunikasi atau Departemen Pariwisata, Pos dan telekomunikasi (Par-pos-tel). Sejak krisis 1997-1998  (sejak IMF ‘mengendalikan’ Indonesia dengan letter of intent-nya), Abdul Latif [...]

© 2010 Pergerakan Kebangsaan | Entries (RSS) and Comments (RSS)

Design by PK Semarang - Powered By Sanggar Kebangsaan