Pergerakan Kebangsaan

Archive for the '11-Tokoh' Category

20 Apr

From Gus Dur with Laugh (3)

Jin dan Tiga Manusia
Menurut Gus Dur, pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Perancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan.

02 Apr

From Gus Dur with Laugh (2)

Membelah Otak
Bukan Gus Dur kalau tidak selalu bikin lucu. Suatu ketika, sang tokoh kharismatik ini pernah mengaku jika kepalanya pernah dibelah saat diperiksa dokter. Tapi bukan hanya kepala dia saja, tapi juga kepala tiga presiden sebelumnya.
Kata Gus Dur, “Bung Karno hanya otak kanannya yang berkembang, karenanya Bung Karno suka dengan wanita.”
Lalu, “Habibie hanya otak kirinya [...]

23 Mar

From Gus Dur with Laugh

Maju Saja Dituntun, Apalagi Mundur
Gus Dur dalam berbagai kesempatan selalu berkata jujur. Akibat kejujurannya itu, kadangkala disertai humor “tingkat tinggi” yang membuat para pendengarnya tergelak. Salah satu contohnya kala Gus Dur menanggapi berbagai desakan agar dirinya mundur. Tanpa basa-basi dia pun menimpali.
“Maju aja masih harus dituntun, apalagi mundur,” ujar Gus Dur

31 Dec

Beberapa dari gusdur.net

Dialog Bersama Kardinal Jean-Louis Tauran dan Abdurrahman Wahid
Bukan Sekedar Tak Ada Perang, Tapi Juga Jaminan Keadilan
Jakarta-thewahidinstitute.org. Ketika menjelaskan peran Indonesia sebagai poros muslim moderat dunia, KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur banyak membicarakan kiprah Nahdlatul Ulama, ormas keagamaan terbesar Tanah Air, dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Mantan Ketua Umum PBNU ini juga bercerita bagaimana tokoh [...]

09 Nov

Hoegeng

Apa yang mendorong Hoegeng menjadi tokoh yang bersih dan antikorupsi? Barangkali pendiriannya yang ditanamkan oleh ayahnya bahwa “yang penting dalam kehidupan manusia adalah kehormatan. Jangan merusak nama baik dengan perbuatan yang mencemarkan”. Ayahnya tidak sekedar memberi nasehat, tetapi bersama-sama sahabat-sahabat ayahnya memberikan teladan. Ayahnya seorang birokrat yang sampai akhir hayatnya tidak sempat punya tanah dan [...]

06 Aug

Burung Merak Yang Tidak Pernah Pergi

WS Rendra, Kamis 6 Agustus 2009, meninggal….

06 Aug

Mbah Surip, I Love You Full …

(Lik-wan No 14, Th I Agustus 2009) - Mbah Surip sing kondang lantaran lagu Tak Gendong, (Selasa 4 Agustus 2009) ditimbali mlebu nang jagad-é sing gawé urip, Gusti Allah. Opo sing iso dadi teladan seko sosoké Mbah Surip kuwi ? Kesetiaan. Setia karo dalan sing diugemi, sing dadi dalané urip. Tansah ngupoyo kanthi seneng lan gumregah.. [...]

28 Apr

Wiji Thukul

Arief Budiman menuliskan dalam bukunya Wiji Thukul, Aku Ingin Menjadi Peluru, sebagai berikut: ”Membaca puisi Wiji Thukul adalah membaca otobiogafi kejiwaan penyair. Dia menceritakan nasib jutaan rakyat Indonesia yang dimiskinkan oleh proses pembangunan yang terlalu menguntungkan kaum elitnya”. Kalau kata-kata Arief Budiman di atas, kata ‘pembangunan’ diganti dengan kata ‘demokrasi’, maka kita bisa mengajukan pertanyaan, [...]

24 Mar

Sisi Lain SBY: Kesaksian Seorang Sahabat

(berpolitik.com): Sudah 2,5 tahun SBY menakhodai republik ini. Riuh-rendah dukungan dan kecaman mengalir kepada dirinya. Kebetulan atau tidak, sebuah buku bertajuk “Presiden Flamboyan, SBY yang Saya Kenal” diluncurkan ke publik, Jumat, pekan lalu.

23 Jan

Ngobrol Bareng Kwik Kian Gie

Sekian lama ekonom dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini tak menampakkan batang hidungnya. Kali ini Kwik Kian Gie turun gunung. Kamis siang itu (27/9), Kwik diundang oleh Panitia Kerja Bantuan Likuiditas Bank Indonesia DPR (Panja BLBI). Kapasitasnya sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Keuangan era Presiden Gus Dur. Datang pula mantan Menko Ekonomi lainnya, Rizal Ramli.
Sebelum [...]

21 Jan

Bilveer Singh tentang Ryamizard

Book Launching of DR. Bilveer Singh
“Ryamizard – in Footsteps of Gadjah Mada”
Istana Ballroom, Sari Pan Pacific Hotel,
Jakarta, October 1st 2005
… Pak Ryamizard menentang (penulisan biografi tentang dirinya), tapi saya (Bilveer Singh) menulis bukan untuk dia. Bukan untuk dia sama sekali. Karena banyak hal yang menarik datang ketika saya berdialog dan berdiskusi dengannya….sesuatu yang sangat berguna [...]

17 Jan

Ryamizard - in the Footsteps of Gadjah Mada

Bilveer Singh
Sydney Bookhouse Press, 2005
 
A quiet soldier who rose, due to merit, to the highest position of the Indonesian Army deserves study. A home-grown product of Indonesian military academies and more important, one who spent most of his active life in operations is indeed a rare breed even by Indonesian standards. Perceived as a highly [...]

01 Nov

Sutan Sjahrir: Etos Politik dan Jiwa Klasik

I
Dalam dua pucuk suratnya yang ditulis dari penjara Cipinang dan dari tempat pembuangan di Boven Digoel, Sjahrir mengutip sepenggal sajak penyair Jerman, Friedrich Schiller. Dalam teks aslinya kutipan itu berbunyi: und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein-– yang maknanya: hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan. Menurut [...]

01 Oct

Soekarno, Pancasila, dan Sejarah Teks

Istilah “sejarah teks” adalah terjemahan bebas oleh penulis untuk konsep hermeneutik yang lebih dikenal dalam versi bahasa Jerman sebagai Redaktionsgeschichte atau sejarah redaksi. Konsep ini menegaskan bahwa setiap teks yang diproduksi dalam kebudayaan selalu mempunyai semacam riwayat hidup berupa sejarah penyusunan, kodifikasi, perubahan, atau revisi redaksi dan mungkin juga otorisasi teks yang terjadi dari waktu [...]

29 Aug

Soal Capres; Ryamizard: Bagus Buat Saya, Tak Bagus Buat Negara, Untuk Apa?

Ramadhian Fadillah - detikNews - Kamis, 28/08/2008 16:13 WIB
 
Jakarta - Mantan KSAD Jenderal (purn) Ryamizard Ryacudu yang dikenal antipolitik kini mulai membuka diri. Walau mengaku tidak berniat menjadi presiden, Ryamizard mengaku akan mempertimbangkan tawaran parpol dengan sejumlah syarat.

“Saya harus pertimbangkan dulu. Kalau hanya bagus buat saya, tapi tidak bagus buat negara, untuk apa?” kata Ryamizard. [...]

© 2010 Pergerakan Kebangsaan | Entries (RSS) and Comments (RSS)

Design by PK Semarang - Powered By Sanggar Kebangsaan