<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.5.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Pergerakan Kebangsaan</title>
	<link>http://www.pergerakankebangsaan.org</link>
	<description>Membangun Keberanian Mengalah Keraguan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 05:51:44 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Negara Tanpa Kredibilitas!</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Makmur Keliat
Indonesia barangkali dapat disebut sebagai negara tanpa kredibilitas. Yang penulis maksud dengan negara tanpa kredibilitas ini adalah negara itu sebagai institusi tengah mengalami krisis wibawa (the crisis of authority) dan karena itu menjadi tidak dapat dipercaya.
Fenomena krisis wibawa dan tak dipercaya ini muncul dari isu korupsi. Beberapa dari isu korupsi telah terbukti dan [...]]]></description>
		<link>http://www.pergerakankebangsaan.org/?p=812</link>
			</item>
	<item>
		<title>Simpang-siur</title>
		<description><![CDATA[Menurut Menteri Luar Negri, ketiga petugas KKP yang ditangkap polisi Malaysia diperlakukan dengan baik di Malaysia, dan demikian juga dikatakan oleh ketiga petugas KKP segera setelah ketiganya pulang ke tanah air. Tetapi selang beberapa hari kemudian ketiga petugas itu di depan anggota DPR mengaku tidak seperti itu. Atau sebelumnya pejabat Kementrian Kelautan dan Perikanan didampingi [...]]]></description>
		<link>http://www.pergerakankebangsaan.org/?p=811</link>
			</item>
	<item>
		<title>3 Tulisan</title>
		<description><![CDATA[Presiden dan Evasi Eksekutif
Konsistensi Presiden
Bukan Sekadar Apologia
Presiden dan Evasi Eksekutif
Mochtar Pabottingi
Pada peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR, Presiden SBY melontarkan suatu wacana yang mengundang tanda tanya.
Dia menegaskan ”akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada akhir periode kedua dan tidak akan memperpanjang masa kepemimpinannya dengan mengubah konstitusi” (Kompas, 19/8). Weleh! Weleh! Pernyataan ini seperti mendadak turun [...]]]></description>
		<link>http://www.pergerakankebangsaan.org/?p=810</link>
			</item>
	<item>
		<title>Din: Malaysia Tanggung Jawab Presiden</title>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin melayangkan kritik keras kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dinilai tak responsif terhadap persoalan kedaulatan yang sangat sensitif. &#8220;Selama ini, Presiden paling repsonsif terhadap isu kecil. Video mesum ditanggapi. Tapi untuk isu kedaulatan ini, kenapa tidak menggelar konferensi pers dan mengambil langkah. Ini bukan [...]]]></description>
		<link>http://www.pergerakankebangsaan.org/?p=809</link>
			</item>
	<item>
		<title>&#8230;.. ikan membusuk mulai dari kepala ke ekor</title>
		<description><![CDATA[Pemberantasan korupsi adalah merupakan salah satu agenda pokok dari reformasi, maka menjadi menggelisahkan ketika reformasi yang sudah berjalan 10 tahun lebih akhir-akhir ini masih terdengar keraguan tentang tekad memberantas korupsi dari pemerintah. Ketika Presiden Yudhoyono menjenguk aktivis ICW yang tergolek di Rumah Sakit karena diduga dianiaya terkait dengan kegiatannya mendukung pemberantasan korupsi, Presiden menegaskan tentang [...]]]></description>
		<link>http://www.pergerakankebangsaan.org/?p=808</link>
			</item>
	<item>
		<title>3 Periode, Balada Senyawa Oligarki-Pemburu Rente</title>
		<description><![CDATA[Sedikit banyak judul di atas adalah parodi dari judul tulisan Deny Indrayana ”Balada Janda Pahlawan”[1]. Jika Denny dengan memakai judul ”balada” berusaha mengkonstruksi bagaimana peristiwa peradilan janda pahlawan dalam kasus penyerobotan tanah kental dengan nafas melodramatik, maka tulisan ini memakai kata ”balada”[2] lebih pada penekanan nyanyiannya, bukan pada hal yang ”mengharukan”. Tiga periode jabatan presiden [...]]]></description>
		<link>http://www.pergerakankebangsaan.org/?p=807</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kecewa Sikap Yudhoyono terhadap Malaysia, Dosen Unpad Tolak Penghargaan</title>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Bandung - Kecewa atas sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dosen Universitas Padjadjaran Bandung Yesmil Anwar menolak penghargaan Satya Lencana Karya Satya. 
Dosen krimonologi tersebut menganggap sikap Presiden lunak dalam menghadapi kasus penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan oleh Pemerintah Malaysia beberapa hari lalu. &#8220;Saya kecewa dengan sikap Presiden yang lembek begitu,&#8221; ujarnya kepada Tempo, [...]]]></description>
		<link>http://www.pergerakankebangsaan.org/?p=806</link>
			</item>
</channel>
</rss>
