Pergerakan Kebangsaan

Archive for February, 2009

19 Feb

Pemilu dan Matinya Retorika

Kebudayaan, dari cara manusia berinteraksi dapat dibedakan menjadi empat tahapan, budaya kelisanan, budaya khirografik, budaya tipografik dan tahap elektronik.

17 Feb

Rejim Penangkap Kunang-Kunang

Ketika Ferdinand Braudel mengajar di Universitas Sao Paulo Brasil (Bahia), tahun 1936-1937, ia menuliskan pada catatan pribadinya : “One evening, in the State of Bahia, I suddenly found myself being surrounded by a tremendous number of fireflies. They were lighting here and there, more or less in high place, countless, … just like many too [...]

12 Feb

Indonesia di tangan politisi seperti ini (2)

Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat perlu turun tangan meluruskan pernyataan dari Wakil ketua Partai Demokrat Achmad Mubarok yang membuat Partai Golear meradang. Achmad Mubarok mengatakan bahwa di Pemilu 2009 ini perolahan suara Partai Golkar adalah 2,5 %. Partai Demokrat adalah partai pemerintah, dan, katakanlah politisi seperti Achmad Mubarok, langsung atau tidak [...]

11 Feb

Indonesia di tangan politisi seperti ini

Ribut-ribut pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok di awal tahun 2009 ini, tentang perolehan suara Golkar pada pemilu 2009 yang hanya akan mencapai 2,5% memaksa SBY sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat merasa perlu turun tangan meluruskan. Berhasil menjadi lurus atau malah membuka borok yang ada, yang pasti rakyat kembali mendapat akrobat politik dari [...]

11 Feb

Soekarno Sebelum Proklamasi

Sebelum membacakan teks Proklamasi, 17 Agustus 1945, Soekarno menyampaikan pidato singkat. Meski singkat, tetapi sangat mendalam dan rasanya, dalam situasi sekarang apa yang disampaikan Soekarno saat itu dapat menjadi roh bangsa untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan Proklamasi. Soekarno antara lain menyampaikan:”Saudara-saudara sekalian….Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita di [...]

04 Feb

Merayakan Pasar Bebas

Pada awal 1970, perdagangan valuta asing bernilai 10 miliar hingga 20 miliar. Pada tahun 2000, perdagangan valuta asing telah mencapai 1,6 triliun dolar atau 75 kali perdagangan dunia. Perdagangan mata uang yang sebelumnya diletakkan dalam kerangka teori yang sangat terikat dengan permintaan barang dan jasa sekarang didominasi oleh tujuan-tujuan spekulasi jangka pendek.

03 Feb

NKRI vs NNRI

NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipahami tidak lepas dari ayat (1) pasal 1 UUD 1945 yang menyebutkan: Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. Sebagai pengertian yang bersumber dari UUD 1945, maka NKRI harus dimaknai juga tidak lepas dari Pembukaan UUD 1945 dimana di dalamnya terdapat tujuan negara Indonesia , yaitu melindungi [...]

© 2010 Pergerakan Kebangsaan | Entries (RSS) and Comments (RSS)

Design by PK Semarang - Powered By Sanggar Kebangsaan