30 Jun
Pada tanggal 26 Oktober y.l. maka di dalam sidang Raad van Indie, Direktur BB telah memberi pemakluman bahwa: ”Gebleken is dat het thans volwassenen mogelijk is, zich voor 2 ½ cent per dag te voeden,” artinya:
Bahwa: ”Ternyatalah bahwa kini orang yang dewasa bisa cukup makan dengan sebenggol sehari.”
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
29 Jun
Pembasisan Pancasila adalah suatu upaya untuk memperkokoh eksistensi Pancasila melalui pemahaman masyarakat terhadap Pancasila serta implementasinya dalam menghadapi tantangan jaman sekarang ini. Kita tidak dapat dan tidak boleh menyerahkan ketahanan Pancasila melulu kepada negara, karena rendahnya kepercayaan masyarakat kepada institusi dan aparatur negara. (Hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif [...]
Posted in 01-PANCASILA by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
28 Jun
Dari mana Indonesia muncul? Ia tidak datang dari imperium Majapahit, tetapi ia juga tidak muncul begitu saja dari realpolitik internasional pada awal abad XX. Ia muncul dari agenda nasionalis yang memburu celah-celah terobosan dalam peta politik inter-nasion-al di sekitar Perang Dunia II. Ia bukan kelanjutan dari primordialisme, namun ia juga bukan penjelmaan dari universalisme.
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
28 Jun
Ketika Yudhoyono tidak mau beretorika, timbul pertanyaan mengapa tidak? Retorika itu bisa membangkitkan semangat bangsa, energi hidup bangsa, élan vital bangsa. Kalau toh ada masalah ketidak-sesuaian antara apa yang dibicarakan dengan apa yang dikerjakan, bagi seorang pemimpin ini harusnya adalah masalah konsistensi, bukan hal buruk terkait dengan bicara itu sendiri.
Posted in 09-Sosial Budaya by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
28 Jun
Jakarta, Kompas - Kejahatan berkedok upaya penegakan hukum harus diwaspadai masyarakat Indonesia pada masa transisi sejak era reformasi. Saat ini banyak terjadi bias antara upaya penegakan hukum dan penggunaan hukum yang dilakukan demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Posted in 09-Sosial Budaya by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
27 Jun
Berita di bawah sungguh memprihatinkan. Ketika koperasi diyakini sebagai soko guru perekonomian nasional dan bahkan itu tertulis dalam Undang-Undang Dasar 1945, mengapa seorang Nurdin Halid yang jelas sudah pernah melakukan tindak korupsi, sudah pernah meringkuk dalam penjara karena korupsi, masih bisa mendapatkan ruang lebih sebagai Ketua Umum di dalam lembaga terhormat seperti Dewan Koperasi Indonesia [...]
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
26 Jun
Kita melihat, banyak kebiasaan orang Indonesia yang tak berubah dalam situasi yang tak sejalan dengan kebiasaan itu. Kebiasaan itu seperti mempunyai otonomi tersendiri, tak tergeser gempuran perubahan dan hal-hal baru.
Posted in 09-Sosial Budaya by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
25 Jun
“Ketika jeda iklan, ketiga cawapres jarang berbincang-bincang satu sama lain. Ketiganya selalu sibuk dengan tim ahli mereka atau mencatat sesuatu di secarik kertas. Cawapres Boediono yang diusung Partai Demokrat dan sejumlah partai lain, lebih sering melihat secarik kertas. Bahkan saat menyampaikan visi misi tentang jati diri, sesuai dengan tema debat semalam, ia terlihat membaca catatannya,” [...]
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
1 Comment
23 Jun
Ekonom dari Institut for Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng, menyatakan utang Indonesia saat ini sudah terlalu besar. “Jika menteri keuangan menyatakan utang luar negeri masih 30% dari Produk Domestik Bruto (PDB), itu belum dihitung seluruhnya, masih ada utang dalam negeri,” tuturnya, kemarin
Posted in 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
23 Jun
Akhir-akhir ini dalam masa kampanye pemilihan presiden, black campaign atau kampanye hitam menyeruak sebagai salah satu kosa kata populer. Kampanye hitam adalah penggunaan metode rayuan yang merusak, sindiran atau rumors yang tersebar mengenai sasaran kepada para kandidat atau calon kepada masyarakat agar menimbulkan presepsi yang dianggap tidak etis terutama dalam hal kebijakan publik.[1]
Posted in 03-ANALISIS by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
23 Jun
PERNYATAAN POLITIK PASKA PEMILU LEGISLATIF 2009
KOMITE NASIONAL PERGERAKAN KEBANGSAAN
Komite Nasional Pergerakan Kebangsaan setelah mempelajari dengan seksama perkembangan situasi politik sejak reformasi 1998 hingga hari ini, dengan ini menyampaikan pandangan dan sikap politiknya sebagai berikut :
1. Pergerakan Kebangsaan menilai bahwa reformasi 1998 adalah patahan sejarah yang meruntuhkan bangunan monolitik pemerintahan Orde Baru dan terjadi karena bertemunya [...]
Posted in 02-PERGERAKAN by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
20 Jun
(Kedaulatan Rakyat) 07/06/2009. Letjen (Purn) Prabowo Subianto, cawapres yang bersama Megawati Sukarnoputri ingin merebut tampuk kuasa kenegaraan melalui pilpres mendatang terhitung membuat kaget banyak orang. Saat memberi sambutan di depan rakernas PDI- P di Solo belum lama dia berbicara cukup jujur bahwa meskipun ayahnya (alm.Prof.Soemitro Djojohadikoesumo) berseberangan secara politik dengan Sukarno, dia adalah pengagum berat [...]
Posted in 01-PANCASILA by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
18 Jun
“Sekarang tibalah kita benar-benar mengambil nasib-bangsa dan nasib-tanah-air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya”
Demikian dikatakan oleh Soekarno dalam pidato singkat sebelum pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945. Teks ini menjadi penting kita ingat bersama untuk dapat memberikan nuansa kejiwaan saat Proklamasi Kemerdekaan [...]
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
17 Jun
Iklan setengah halaman full color yang memuat foto Denny J.A. Ph.D tentang Pilpres Satu Putaran Saja (lih. Kompas 16 Juni 2009) telah memicu berbagai polemik dan berlanjut dalam diskusi di televisi. Salah satu pangkal yang memicu perdebatan adalah dicantumkannya gambar pasangan Yudhoyono-Boediono, lengkap dengan nomer urutnya. Anas Urbaningrum sebagai salah satu anggota tim sukses pasangan [...]
Posted in 09-Sosial Budaya by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
17 Jun
Apa yang berbeda dalam bangunan demokrasi pada era Orde Baru dan era Reformasi? Selama Orde Baru, masyarakat diarahkan dalam kotak-kotak yang dibuat oleh pemerintah. Kotak buruh, kotak pengusaha, kotak wartawan, dan kotak-kotak lain. Kebulatan tekad sangat kental nampak sebagai keluaran kotak-kotak itu ketika gelar pemilihan umum lima tahunan dilaksanakan. Kotak-kotak yang dipaksakan oleh pemerintah sekarang [...]
Posted in 06-Demokrasi by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments