28 Oct
Peristiwa politik Sumpah Pemuda 1928 adalah sebuah deklarasi yang menegaskan bahwa perjuangan lokal telah diakhiri. Perjuangan melawan imperialisme telah dibawa ranah bangsa. Momentum 1928 bukan terjadi secara tiba-tiba. Kesadaran kebangsaan itu melalui proses politik panjang, di mana pada masa sebelumnya banyak pemuda aktif dalam serikat-serikat politik. Perjalanan politik itu sampai ke kesadaran baru, yaitu kesadaran [...]
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
27 Oct
Noer Fauzi
“… pemecahan masalah tanah merupakan suatu syarat untuk perwujudan yang sempurna dari aspirasi-aspirasi kebangsaan negeri-negeri Asia Tenggara; dan bahwa hal itu, untuk sebagian besar, merupakan kunci bagi pembangunan ekonomi dan reorganisasi masyarakat yang berhasil.”(Eric Jacoby 1961:253)
Posted in 10-Agraria by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
26 Oct
…..Saya saat ini sedang mengikuti kuliah S1 Ilmu Hukum dan dalam beberapa makalah saya, yang saya presentasikan di depan kelas, saya mengatakan bahwa sumber dari segala sumber hukum Negara kita sudah bukan lagi Panca Sila, melainkan butir-butir LoI atau Letter of Intent dari IMF yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah resep-resep IMF. IMF dengan [...]
Posted in 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
25 Oct
Dunia melodrama adalah dunia yang dihuni oleh yang mudah lupa, mudah bosan dan mudah kasihan. Jika dalam kampanye pemilihan umum tim sukses tahu persis bahwa karakter pemilih sebagian besar adalah penghuni dunia melodrama maka ia akan membuat calon yang didukungnya untuk tampil sebagai sosok yang patut dikasihani, yang sering dicaci atau korban banyak hujatan. Ketika [...]
Posted in 03-ANALISIS by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
24 Oct
Kita dapat memetik pelajaran dari (pilih salah satu):
a. Peristiwa
b. Masalah
c. Pengalaman
Soal di atas adalah Pekerjaan Rumah (PR) yang diambil dari Buku Latihan Soal IPS, dan soal itu adalah PR bagi anak kelas 1 Sekolah Dasar, anak yang baru kurang lebih 3 bulan dia lepas dari TK atau baru tiga bulan dia menginjak bangku SD, bahkan [...]
Posted in 05-Nasionalisme, 12-Pendidikan by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
23 Oct
“Pada prinsipnya, teori neoliberal tidak menyukai konsep bangsa, namun teori itu sangat mendukung ide negara yang kuat. Tali pusar yang menyatukan negara dan bangsa di bawah payung liberalisme mesti diputus jika ingin neoliberalisme tumbuh mekar” demikian David Harvey menggambarkan secara sekilas bagaimana neoliberalisme memandang negara dan bangsa.[1].Ide negara kuat adalah untuk dipergunakan sebagai agen yang [...]
Posted in 03-ANALISIS by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
23 Oct
Dibukanya peluang bagi kapal ikan asing beroperasi di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia dikhawatirkan akan memukul daya saing armada ikan nasional, yang sebagian besar kapal kecil. Adapun kapal ikan asing umumnya berukuran besar dengan peralatan modern.
Posted in 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
22 Oct
… Selasa, 20 Oktober 2009, Pemerintah SBY jilid I secara resmi berakhir. Kemiskinan yang tempo hari ditargetkan turun menjadi 14 persen tetap bertengger di angka 14,5 persen. Pengangguran sesungguhnya juga bertambah. Hanya, Biro Pusat Statistik selalu melakukan survei tidak lama setelah BLT disalurkan, atau ketika petani panen, atau puluhan ribu pekerja mendapat pekerjaan baru karena [...]
Posted in 09-Sosial Budaya by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
22 Oct
Lakon 98 adalah judul panggung demokrasi pada pemilihan umum 2009 ini. Disebut 98 itu bukan untuk mengingat semangat reformasi yang dimulai sejak tahun 1998, tetapi lebih karena terlalu banyaknya angka 9 dan 8 terlibat dalam berbagai peristiwa terkait dengan pemilihan umum 2009 ini. Lakon 98 ini telah memasuki babak akhirnya, yaitu pelantikan kabinet 2009-2014.
Posted in 06-Demokrasi by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
21 Oct
Data Morgan Stanley Singapura mengenai pangsa pasar orang kaya di dunia menunjukkan ada 7,2 juta orang super kaya yang menguasai asset US $ 27 triliun. Di tahun 2005, asset keluarga kaya di Asia diperkirakan mencapai US $ 7,3 triliun. Lantas, bagaimana Indonesia? Jangan kaget. Diduga, terdapat 3.328 keluarga yang memiliki kekayaan US $5 – 20 [...]
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
21 Oct
Setelah pidato kenegaraan Presiden tanggal 16 Agustus 2006, berbagai polemik mengenai keabsahan angka-angka kemiskinan ramai menghiasi media nasional. Tulisan ini akan mengangkat isu berbeda tetapi terkait erat, yaitu mengenai ketimpangan.
Posted in 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
21 Oct
TK Berulang Kali Keseleo Lidah, demikian judul berita Harian Suara Merdeka, 21 Oktober 2009 yang melaporkan bagaimana Taufik Kiemas, Ketua MPR RI beberapa kali keseleo lidah saat memimpin sidang paripurna MPR pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Presiden dan Wakil Presiden, Selasa 20 Oktober 2009. Sebagian orang mengatakan ini adalah manusiawi, ini adalah kesalahan teknis atau [...]
Posted in 05-Nasionalisme by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
21 Oct
Oleh Tjipta Lesmana - SEGERA setelah diambil sumpah sebagai Presiden RI Periode 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sambutan di hadapan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan para undangan, termasuk beberapa kepala pemerintahan negara asing serta duta besar negara-negara sahabat. Dalam sambutan Presiden SBY menyatakan, tekad pemerintah barunya, antara lain, memprioritas pembangunan di sektor [...]
Posted in 08-Ekonomi Politik by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
21 Oct
1. Indonesia dewasa ini sedang menghadapi dua gelombang desakan/ tekanan/ tuntutan yang berjalan simultan, yaitu gelombang desakan yang berasal dari kegagalan (memelihara kesinambungan) pembangunan dan gelombang desakan yang berasal dari percepatan proses globalisasi. Reformasi adalah resultan dari kedua gelombang diatas.
Posted in 02-PERGERAKAN by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments
21 Oct
Upacara pelantikan presiden dan wakil presiden, Selasa (20/10), bersifat artifisial dan berjarak dengan rakyat. Pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono itu seharusnya menjadi milik rakyat dan dirayakan sebagai pesta rakyat. Demikian disampaikan sutradara Garin Nugroho, pemain teater Aspar Paturusi, dan ahli komunikasi politik Effendi Gazali secara terpisah di Jakarta, kemarin.
Posted in 06-Demokrasi by: Pergerakan Kebangsaan
No Comments